TAGANA tidak akan pernah lupa dengan tugasnya sebagai satuan tugas khusus dalam penanggulangan bencana, walupun siang ataupun malam tidak pernah ada beda dalam membantu sesama dengan tujuan mengabdi kepada bangsa dan negara yang berlandaskan PANCASILA. Majulah terus saudara-saudaraku dan kobarkan api semangatmu.......!!!

Jumat, 08 Oktober 2010

Siapkan Rangkaian Bersih Desa


Seperti pada tahun - tahun sebelumnya, pelaksanaan bersih desa di Kelurahan Blitar Kecamatan Sukorejo Kota Blitar tahun 2010 ini juga akan diisi dengan beberapa kegiatan. Selain kegiatan keagamaan, seni budaya tradisional juga akan mengisi rangkaian kegiatan yang akan berlangsung pada hari Kamis dan Jum’at, 4 dan 5 November 2010.
Widodo, Lurah Blitar Kecamatan Sukorejo saat dikonfirmasi di kantornya menuturkan, meski pelaksanaan bersih desa masih lama, persiapan - persiapan awal telah dilakukannya. Diantaranya dengan mengumpulkan sesepuh di Kelurahan Blitar untuk menentukan hari pelaksanaan. Seperti tahun - tahun sebelumnya, bersih desa di Kelurahan Blitar dilaksanakan pada hari Jum’at pahing bulan Jawa Selo. Tahun 2010 ini jatuh pada tanggal 5 November 2010. Ditindak lanjuti dengan rapat pengurus RT, RW, LPMMK, Karangtaruna dan elemen masyarakat lain, untuk merencanakan isi rangkaian kegiatan bersih desa itu sendiri. Diprediksi rangkaian acaranya hampir sama seperti tahun sebelumnya.
Lebih lanjut Widodo menambahkan, rangkaian acara akan dimulai hari Kamis sore hingga malam hari, diisi dengan khataman Al –Qur’an yang dilanjutkan dengan tahlil akbar di Balai Kelurahan Blitar. Karawitan di pendopo Makam Aryo Blitar dan malam tirakatan di balai kelurahan. Sedangkan agenda hari Jum’at mulai pagi diisi dengan selamatan di makam leluhur. Dilanjutkan dengan kirab budaya, berupa iring - iringan panji - panji dan beberapa kesenian yang ada, keliling kelurahan dengan start dan finish di depan kantor kelurahan. Selamatan massal juga tidak ketinggalan serta kesenian langen tayub hingga malam harinya.

Sumber: blitarkota.go.id

Rabu, 06 Oktober 2010

KERJASAMA BANTUAN SOSIAL INDONESIA - IRAN


Menteri Sosial, Salim Segaf Al-Jufri menerima delegasi Imam Khomeini Relief Foundation (IKRF) yang dipimpin oleh Mr. Hosein Anvari didampingi oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mr. Mahmoud Farajandeh, di Kantor Kementerian Sosial RI, Selasa, 5 Oktober 2010. Kunjungan tersebut merupakan kunjungan balasan untuk menindaklanjuti Letter of Intent (Lol) tentang Kerjasama Bantuan Sosial yang telah ditandatangani sebelumnya oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI dengan Deputi Ketua Urusan Kerjasama Internasional IKRF di Tehran, Iran, 26 September 2009. Bertujuan untuk meningkatkan saling pengertian dan kerjasama erat antara Kementerian Sosial RI dengan IKRF dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memperkokoh landasan keluarga dan membantu masyarakat yang membutuhkan serta mengakui prinsip saling menguntungkan dan menghormati maka ditandatanganilah Letter of Intent tentang Kerjasama Bantuan Sosial untuk kedua Negara. Kerjasama sosial tersebut antara lain berupa santunan kemanusian, pertukaran pengalaman keberhasilan dalam bidang pemberdayaan warga rentan khususnya anak yatim piatu dan rumah tangga perempuan tunggal di Indonesia, bantuan tersebut disesuaikan dengan hukum dan peraturan perundangan yang berlaku di Republik Indonesia dan Republik Islam Iran, atas dasar tersebut diharapkan kolaborasi dapat terus berkembang dan berlanjut. Didirikan pada 5 Maret 1979, Imam Khomeini Relief Fondation (IKRF), merupakan yayasan kemanusian yang melayani dan menolong komunitas kurang mampu, pengentasan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup mereka yang berada dibawah garis kemiskinan. Pelayanan yang diberikan oleh IKRF mencakup sandang, pangan, papan, jaminan kesehatan, pendidikan dan menyediakan lapangan kerja disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan oleh para penerima manfaat. Kerjasama dan pelayanan IKRF tidak hanya di Republik Islam Iran saja tetapi juga merambah ke dunia Internasional.

Sumber: Staf Biro Humas Kementerian Sosial RI

Selasa, 05 Oktober 2010

DINAS HUTBUN KAB. BLITAR AKAN MENERTIBKAN IJIN HGU PERUSAHAAN PERKEBUNAN


Berdasarkan data PEMANAS, dari total lahan di Kab. Blitar seluas 158 ribu 879 km2, sebanyak 37,68 % merupakan lahan perkebunan yang dikuasai perusahaan negara dan swasta, sementara sisanya 23,8 % digunakan sebagai lahan pertanian yang dikelola masyarakat 21,56 % areal hutan, dan 16,96 % pemukiman.Sayangnya penguasaan lahan perkebunan yang didominasi perusahaan-perusahaan milik negara dan swasta itu tidak dibarengi dengan pengelolaan yang benar.
Salah satu ketentuan yang paling banyak dilanggar yakni prosedur penanaman yang tertera dalam HGU. Mayoritas perusahaan perkebunan justru menelantarkan wilayah HGUnya dengan melakukan penanaman tanaman yang tidak sesuai. Dari tanaman keras seperti kopi dan kakao diganti dengan tebu. Terkait hal ini Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Blitar Agung Pudjianto, berdasarkan UU No.5 tahun 1960 tentang Pokok Agraria, yang mengatur tentang Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, dan Hak Pakai, HGU yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional yang dijalankan sesuai dengan ijin yang diajukan. Jika terjadi penggantian jenis tanaman menjadi non keras, perusahaan bersangkutan harus mengajukan ijin kembali untuk dilakukan revisi. Jika dilanggar tentu pemerintah akan memberikan peringatan. Bahkan tidak menutup kemungkinan ijin HGU perusahaan perkebunan akan dicabut, jika tetap membandel. Disamping itu ,Pemkab. Blitar melalui Dinas Perhutanan dan Perkebunan tidak akan menerbitkan rekomendasi kepengurusan HGU perusahaan perkebunan bersangkutan pada BPN.Di Kab. Blitar sendiri hingga kini masih terdapat 35 titik wilayah perkebunan yang masih bersengketa, diantaranya mencapai luas 2.500 Ha yang tersebar di kawasan perkebunan Nyamil, sepanjang wil pesisir pentai dan Gunung Kelud. Masyarakat pun menuntut Bupati secepatnya menerbitkan rekomendasi pada BPN atas perubahan status kepemilikan tanah dari negara pada warga.

Sumber: blitarkab.go.id

Kel. Karangtengah Siap Terima Dana 1 M

Jika sebelumnya Walikota Blitar, Muhamad Samanhudi Anwar, SH, mengaku secara bertahap akan mengucurkan dana Rp. 1 milyar, di masing – masing kelurahan dan hal itu akan diawali dengan penataan SDM kelurahan, dimana masing-masing Sekretaris Kelurahan harus lulusan STPDN. Namun Kelurahan Karangtengah Kecamatan Sananwetan Kota Blitar mengaku, siap menerima dana itu.
Pernyataan ini seperti diungkapkan Siswantoro, Lurah Karangtengah, meski mutasi pegawai untuk menempatkan personil lulusan STPDN sebagai Sekretaris Kelurahan sampai saat ini belum dilakukan eksekutif, namun kelurahannya sudah siap menerima anggaran milyaran rupiah itu. Sebab dikelurahannya sudah memiliki SDM yang mumpuni, termasuk lulusan STPDN sebagai Sekretaris Kelurahan Karangtengah. Di sisi lain kelurahannya juga sama seperti kelurahan lain, yang sudah pernah mengelola dan melaksanakan kegiatan Gerakan Perang Melawan Kemiskinan (GPMK) dan Pemberdayaan Kecamatan dan Masyarakat Kelurahan (PKMK), yang orientasinya pada pemberdayaan masyarakat, sehingga menurutnya pemanfaatan anggaran Rp. 1 milyar itu tidak jauh berbeda dengan penerapan program GPMK dan PKMK ini.
“Selama ini banyak kegiatan pemberdayaan masyarakat miskin yang belum terkafer karena minimnya dana, sehingga dengan digulirkannya dana sekitar Rp. 1 milyar, sejumlah kegiatan tersebut bisa terkafer,” tambah Siswantoro.
Sementara itu, sebelum dana Rp. 1 milyar itu digulirkan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan payung hukumnya berupa paraturan daerah (perda), agar keluarahan bukan hanya sebagai pengguna anggaran namun juga pengelola anggaran, dengan merevisi Perda No 9 tahun 2008 tentang Sistem Organisasi dan Tata kerja (SOTK) kelurahan.

Sumber: blitarkota.go.id

Banjir Rendam Empat Kabupaten di NAD


Hujan deras yang melanda beberapa kawasan di Nanggroe Aceh Darussalam selama dua hari berturut-turut mengakibatkan empat kabupaten di pesisir barat dilanda banjir, Selasa (5/10). Empat kabupaten yang dilanda banjir adalah Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Barat, dan Aceh Jaya.
Selain merendam ribuan rumah, banjir juga memutus jalur lintas antar kabupaten dengan ketinggian air mencapai dua meter di beberapa titik. Bahkan di Aceh Barat Daya, sebanyak empat kecamatan terendam air, yakni Babah Roet, Kuala Batee, Tangan-Tangan, dan Kecamatan Manggeng.
Meski tidak bisa beraktivitas seperti biasanya warga masih tetap bertahan di desa masing-masing. Warga khawatir banjir belum akan surut mengingat curah hujan di kawasan ini masih tinggi.

Sumber: Liputan6.com

Sabtu, 02 Oktober 2010

Puluhan Rumah di Kulon Progo Rusak


Puluhan rumah di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, rusak akibat diterjang angin puting beliung, Sabtu (2/10). Sejumlah pohon besar juga tumbang sehingga menimpa rumah warga.
Puting beliung menerjang delapan pedukuhan. Kerusakan terparah terjadi di Dusun Duwet 2 dan Ngarjun. Hingga malam hari, warga berusaha menyingkirkan puing dengan peralatan seadanya. Warga Kalibawang Miskidi mengatakan, angin berpusar datang secara tiba-tiba dan berputar kencang dalam tempo 30 menit. Saat itu, sebagian penduduk tidak berani keluar rumah karena angin kencang yang disertai hujan lebat. Mereka baru keluar rumah begitu mengetahui rumahnya tertimpa pohon besar.
Sekretaris Desa Banjarharjo Kalibawang Bachir mengungkapkan, sedikitnya 32 rumah rusak parah dan belasan lainnya rusak ringan. Jalan utama penghubung Kecamatan Kalibawang dengan Kabupaten Magelang juga sempat tertutup beberapa saat terhalang tiang listrik yang roboh.
Kendati begitu, warga tetap bertahan di rumah masing-masing. Mereka tidak mengungsi, meski harus berada di rumah dalam keadaan gelap gulita.


Sumber: Liputan6.com

Jumat, 01 Oktober 2010

Hujan Deras Semalaman, Semarang Tergenang


Hujan deras yang terjadi sepanjang Kamis (30/9) malam hingga dini hari mengakibatkan sebagian daerah di Semarang tergenang banjir, terutama di kawasan Kota Lama, beberapa jalan utama, dan kawasan Pasar Johar.

Ketinggian air antara 60 sentimeter hingga 75 sentimeter atau setinggi pinggul orang dewasa. Terlihat beberapa kendaraan mogok karena tingginya air yang merendam kawasan tersebut. Beberapa pengendara kendaraan bermotor mogok dan harus mendorong kendaraan karena banjir merendam hampir seluruh badan motor. Pengemudi mobil dan kendaraan roda empat lain tampak masih tetap menerobos banjir.

Kondisi tersebut diperparah dengan padamnya listrik di kawasan yang terendam air. Saat ini curah hujan di Semarang masih cukup tinggi. Diperkirakan banjir di sebagian daerah di Semarang akan meluas.

Selain itu banjir juga merendam perkampungan di kawasan Kuningan. Tampak warga yang terbangun sejak dini hari tadi mencoba menghadang banjir agar tak banyak merendam seluruh ruangan rumah.

Sumber: Liputan6.com